![]() |
| Add caption |
Aku enggak tau
harus mulai darimana. Kenalin, inilah Rofik Hidayat. Aku sakin kamu bukan baru
kenal aku sekarang. Tapi mungkin kamu masih belum kenal aku yang sebenarnya,
inilah aku. Orang yang dingin, tak banyak bicara dan yang jelas aku bukan orang
yang bisa curhat sema siapapun tentang masalah hidupku ke kebanyakan orang. Mungkin
aku lebih sering curhat lewat tulisan, bukan karena aku hobi nulis, tetapi ya
inilah aku. Berkali-kali aku bilang ke kemu kamu harus kenali aku dulu.
Oke Bil. Ah mungkin
lebih enak pakai panggilan Nong. Oke nong, jujur aku jatuh cinta bukan hanya
sekali, dan yang pasti aku jatuh cinta lebih dari 2 kali. Aku enggak ngerti
dengan makna cinta. Udah pasti bukan cuma aku yang penah ngerasain jatuh cinta.
Yang aku belum ngerti sampai sekarang! Cinta itu apa? Coba aja kalau anong
pikir. Kita bisa jatuh cinta sama seseorang. ya cinta sangat cinta sekali
bahkan kita sanggup ngomong “aku enggak bisa hidup tanpa kamu” dan lain-lain.
Yang belum aku
pahami cinta itu kenapa bisa pindah ke lain orang. Padahal cinta. Sumpah aku
enggak ngerti dengan yang namanya cinta. Kadang ketika aku udah suka sama
seseorang tapi masih aja ada orang selain orang yang aku suka itu. entah
siapapun itu. dari sinilah aku percaya cinta itu bisa dibangun meskipun awalnya
enggak punya perasaan sedikitpun.
Aku mulai
cinta sama kamu. Ya mungkin aku memang salah dengan apa yang udah aku lakuin ke
kamu. Aku minta maaf banget. Tapi kalau kamu ijinin, aku pingin bales semua
kesalahan aku ke kamu dengan cara ku. Aku mulai jatuh cinta dari kesalahan. aku
selalu bingung kalau kamu tanya “mas tuh sebenernya sayang enggak sih sama
anong” aku binggung mau jawab apa. Kalau aku jawab enggak kamu pasti bakal
mikir. Kalau aku ini adalah orang yang paling berengsek sedunia. Tapi kalau aku
jawab sayang kamu juga bakalan berpikir kenapa aku ngelakuin itu kalau aku
sayang sama kamu.
Itulah yang
buat aku enggak pernah jawab pertanyaan kamu yang satu itu. jujur aja aku
sayang sama kamu. Bukan Cuma sayang tapi sekarang aku udah sayang banget. aku
enggak berharap banyak dari kamu. Aku Cuma kamu pilih aku dan aku janji aku
bakal jaga kamu. Itu udah jadi janji aku.
Mungkin aku
memang orang yang berengsek dimata kamu. Kalau aku boleh cerita, sejak setahun
yang lalu. Berontak sama diri aku sendiri. Dan sempet ngerasa jadi anak paling
durhaka di dunia. Kamu tau kalau aku punya cita-cita jadi dokter. Setahun yang
lalu aku pingin berhenti kuliah dan nuntut orang tuaku untuk mindahin aku ke
jurusan yang berkatian dengan bidang kesehtan. Aku marah besar sama orang tua
aku karena setiap keinginanku enggak pernah dikabulkan sama mereka. sejak
setahun yang lalu itu lah aku mulai ninggalin sholat, kuliahku berantakan dan
tujuanku buyar hidup aku berantakan.
Aku tau semua
itu memang bukan salah orang tuaku. Cuma karena aku yang terlalu memaksa
orangtua ku. Sampai-sampai aku prustasi, aku jarang kuliah, aku ditegur sama
dosen dan orang tuaku dipanggil ke kampus gara-gara aku jarang kuliah. Jujur aku
bukan enggak mampu untuk kuliah, bukan enggak mampu ngerjakan tugas-tugas
kuliahku dan bukan enggak mampu nyelesaikan skripsiku.
Asal anong tau
sejujurnya buku yang mas buat itu adalah pengalaman pribadi mas. Mas itu bukan
enggak mampu tapi enggak mau. Udah itu aja. Makanya judulnya kita bukan orang
bodoh. Mas sengaja enggak nyelesaikan kuliah karena mas masih punya dendam sama
orangtua mas sendiri. Ya itu tadi, setiap keinginan enggak pernah dikabulkan. Kalau
kamu buka postingan mas di blog mas yang satu ini mas bernah buat cerita yang
judulnya Banting Stir Ubah Pola Pikir.
Kenapa mas
buat cerita itu, karena mau enggak mau mas harus banting setir setiap apa yang
menjadi tujuan mas. Yang awalnya mas pingin sekolah di smk ujung-ujungnya masuk
sma. Setelah sma mas pingin jadi dokter karena mas pikir mas sekolah di jurusan
ipa eh tau-taunya mas harus masuk kampus yang enggak pernah mas pinginin dan
yang paling menyedihkan lagi mas mausuk ke jurusan yang mas enggak penah
belajar pelajaran-pelajaran yang ada di jurusan itu. anong bisa bayangin
sendiri dari jurusan ipa masuk ke jurusan ips.
Rasanya kaya
membalikan telapak tangan yang tadinya putih diatas jadi hitam yang diatas. Disinilah
mas harus lagi-lagi banting setir pola pikir. Mas memang bodoh harus ngambil
keputusan yang super duper gila dengan cara enggak ngelanjutin kuliah yang
padahal udah tinggal satu langkah lagi. mungkin semua orang bakalan nganggap
mas ini orang paling bodoh sedunia. Tapi dibalik semua ini, mas punya tujuan. Dan
tujuan itu berjalan sekarang. Mas didukung untuk nulis buku yang memang udah
cita-cita mas dari kecil dan lebih lagi mas dikasi modal 60 juta untuk buka
usaha.
Yang pasti mas
punya tujuan untuk itu semua. Oh ia sebenernya mas bukan mau cerita tentang itu
tapi mas pingin certia betapa hancurnya mas setahun yang lalu. Mas kecewa, mas
rusak dan mas hancur sejak setahun yang lalu. Mulai setahun yang lalu mas
enggak pernah sholat, mas enggak pernah shoum sunah, mas jarang banget ke
masjid kecuali hari-hari besar. Pokoknya berbanding terbalik dengan tahun
sebelum setahun yang lalu. Sebelum setahun yang lalu jujur aja kawan satu
anggatan mas dikampus, bukan Cuma dari jurusan mas. Mereka semua manggil mas
dengan panggilan ustad. Mereka manggil mas begitu karena mas enggak pernah
absen kemasjid. Setiap jam sholat mas selalu kemasjid.
Mas juga udah
pernah bilang kalau Giat kasi julukan ke mas itu Orang Masjid. Ya udah pasti. Darena
sebelum setahun yang lalu. Mas selalu pergi kemasjid. Bukan Cuma masjid di
deket kos mas atau di kampus mas. Tapi masjid-masjid dopontianak mungkin udah
pernah mas masukin untuk ikut pengajian. Masjid IKIP bukan masjid asing yang
mas temui. Dulu seminggu sekali mas sholat di masjid ikip enggak heran mas
banyak kenal anak-anak ikip.
Sekarang mas
udah bukan yang dulu lagi. sekarang mas benar-benar hancur. Tapi kamu harus
percaya sama mas. Mas belum pernah nyentuh minum-minuman keras dan perempuan
kecuali kamu. Mas juga enggak tau kenapa harus kamu orang pertama yang ahhhhh……
mas Cuma bisa minta maaf. Tapi jujur. Sejak kejadian itu mas sesak napas. Mas sesak
napas pingin pulang ke jalan yang benar. Tapi jujur mas malu sama Allah.
Tapi setelah
anong dorong-dorang terus untuk pulang, mas mulai bisa sedikit demi sedikit
pulang kejalan yang bener. Mas Cuma berharap kamu bakalan terus dorong mas. Mas
tau, pacaran itu dilarang sama agama. Meskipun enggak ada satu ayatpun dalam Al’quran
atau hadist yang melarang langsung pacaran itu dilarang. Mas berharap kamu bisa
terima mas yang sekarang. Mas yakin ini pilihan yang sulit. Ada Abi dan juga
ada mas. Tapi sekarang setatusnya, kamu itu milik mas. Mas berhak untu
ngatur-ngatur kamu meskipun karang-kadang mas enggak tega. Mas bukan orang yang
suka ngatur-ngatur orang lain.
Ada beberapa
yang jadi harapan mas, yang pertama maafin mas dan mas mohon terima mas dengan
hati yang serius. Bukan untuk main-main. Mas bakalan jaga kamu. Mas janji sama
kamu. Yang kedua. Jujur aja mas memang enggak kenal dengan yang namanya abi. Tapi
enggak tau kenapa mas punya rasa benci yang besar banget ke dia. Yang pertama
buat mas benci sama dia adalah. Dia tega buat kamu sayang sama dia dan
sementara umur kalian beda jauh. Yang kedua. Mas benci sama orang yang selalu
marah-marah sama cewek. Jujur mas geram banget ketika kamu telponan sama abi
dan dia selalu marah-marah sama kamu.
Kalau aja abi
marah-marah sama kamu di depan mas. Mugkin mas orang yang paling pertama pegang
parang buat bunuh dia. Yang ketiga mas semakin benci sama dia dia itu sok-sokan
ngajarin tentang agama ke kamu. Mas juga bisa ngajarin tentang agama. Tapi mas
diam-diam aja. Ya mungkin salah satu alasanya ya itu. mas udah terlalu jauh.
Yang mas benci
kalau dia ngajarin kamu tentang agama adalah. Dia enggak penah praktekan apa
yang dia katakan. Jujur mas enggak yakin ketika kamu tanya dia udah sholat atau
belum. Dan dia jawab dengan jawaban udah. Entahlah memang mas belum kenal
dengan dia. Tapi rasa benci ke dia itu besar banget.
Sekarang memang
udah layak kamu yang ambil keputusan. Asala anong tau, mas bukan orang yang
dingin. Mas dingin karena mas terlalu bosan denger nama abi yang selalu kamu
puji-puji. Sedangkan mas enggak penah sedikitpun kamu puji. Its oke no problem.
Oke yang jelas mas enggak yakin kalau kamu bisa bahagia sma dia. Ada dua hal
yang mas pikirkan kalau anong sama abi. Yang pertama bakalan buat kamu enggak
bahagia adalah dia terlalu tua untuk anong dan yang kedua dia orangnya keras. Sedangkan
kamu itu orangnya dikerasin sedikit aja bisa nangis. Kadang mas juga pingin
keras sama kamu. Tapi mas bukan orang yang keras kalau mas udah sayang. Mas lebih
bijaksana mas berusaha jadi orang yang dewasa jadi orang yang enggak
marah-marah ketika ada masalah.
Intinya sekrang
kamu punya mas, dan mas punya hak ngatur-ngatur kamu. Kalau kamu memang sayang
sama mas. Kamu tinggal ikutin aja mau mas. Mau mas enggak banyak. Cuma satu. Buang
abi jauh-jauh. Mas enggak maksa harus cepat buang abi. Tapi kamu juga harus
janji buang dia kalau memang kamu sayang sama mas. Mas enggak bisa janji selalu
ada buat kamu. Tapi mas bkalan berusaha untuk selalu ada buat kamu.
Udah ya. Mungkin
ini aja dulu. Kasian kamu haru baca panjang leber. Mas tau kamu bukan orang
yang suka baca. Mas enggak yakin buku-buku yang ada di lemari kamu pernah kamu
baca sampai habis. Kalaupun kamu baca mungkin hanya sekitar 10 lembar hehe..
plis smile J
honey. I Love You.

0 Komentar untuk "Ini Untukmu"