Inikah Pancasila
Wahai
Pancasila
Aku
begitu kagum dengan makna yang tersirat dalam dirimu.
Bergetar
hatiku saat silamu diterikan dengan lantang.
Semangatku
berkobar saat mendengar silamu.
Jika mengingat sejarah.
Begitu panjang dan berliku jalan
yang kau tempuh.
Begitu banyak darah yang harus
mengalir demi dirimu.
Demi lambang garuda dan pancasila.
Kebanggaanku
semakin menjadi-jadi saat merah dan putih dikibarkan.
Di
ujung tiang tertinggi.
Aku
bangga, aku bangga wahai NEGERI.
Itu
dulu, bukan sekarang wahai pancasila.
Sekarang aku kembali sedih.
Bangsaku kembali terpuruk.
Bangsaku tidak lagi dapat memahami
makna penting dari dirimu pancasila.
Bangsaku telah kehilangan jati
dirinya.
Bagaimana
mungkin ini bisa terjadi wahai pacasila?
Kini
bangsa kita kini kembali terjajah.
Budaya,
sosial, ekonomi maupun politik semua dikuasai asing.
Inikah
Pancasila?
Wahai Pancasila.
Bisakah negeri kita kembali mendapatkan
kemerdekaan sejati?
Bisakah negeri kita kembali menjadi
kebanggan di hati?
Aku harap BISA.
Marilah
kita kembali hargai sejarah bangsa kita wahai saudara.
Mari
kita hargai perjuangan pahlawan kita.
Mari
saudara, mari.
Agar
pancasila hidup kembali.
Alzakqyi Opik
Pontianak, 31 Mei 2016

0 Komentar untuk "Inikah Pancasila"