apa sih itu?
ya, mungkin msaih banyak yang belum tau pa itu SWI
ya, mungkin msaih banyak yang belum tau pa itu SWI
baik saya akan bercerita sedikit tentang gelar yang baru saja saya dapatkan.
saya sangat senang sekali dan tak lupa bersyukur kepada Allah karena
telah mendapatkan gelar yang semala ini saya inginkan, SWI meupakan
gelar yang diberikan dari sebuah forum yang slama ini saya ikuti.
ya, Forum Indonesia Menulislah yang telah memberikan gelar ini kepada saya. SWI sebuah gelar yang diberikan kepada saya yang memiliki kepanjangan "Smart Writer Indonesia"
ya, Forum Indonesia Menulislah yang telah memberikan gelar ini kepada saya. SWI sebuah gelar yang diberikan kepada saya yang memiliki kepanjangan "Smart Writer Indonesia"
awalnya saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar ini. saya
kita saya hanya akan berhasil membuat sebuah buku. akan tetapi ternyata
ada sebuah gelar yang aku dapatkan dibalik semua itu.
untuk mendapatkan gelar itu tidaklah mudah, untuk mendapatkan gelar itu begitu banyak perjuangan yang harus mampu kami lalui.
kami harus mampu menyelesaikan sebuah buku, kami haru rela tak tidur
siang dan malam dan waktu kegiatan wisuda kami tidak makan dan minum.
satu hari ful kami hanya diberi makan 1 piring dan 2 gelas air mineral.
itupun untu dibagi degan 4 orang. waw. luarbiasa sekali. pada saat
kegiatan wisuda kami tidak tidur tidak makan tidak minum seperti biasa.
kamipun disuruh mencari kayu bakar untuk acara api unggun pada malam
terahir.
waw lelah tak kunjung hilang. namun kami tidak sia-sia mengikuti
kegiatan ini. kami banyak sekali mendapatkan pelajaran dari setiap
kegiatan yang diadakan oleh panita. kami belajar untuk manjadi orang
susah. kami pun diajarkan bagaimana susahnya menjual sebuah buku dengan
simulasi menjual sebuah kertas yang tak ada gunanya.
baik. mungkin kalian tidak tau apa menjual kertas yang tidak ada
gunanya. pada saat itu kami diperintahkan untuk membawa 5 lembar kertas
karton setelah itu kami diusruh membuat kerajinan tangan apapun yang
bisa dibuat. akhirnya kami membuat dompet, pesawat, tas, hp, kipas,
perahu, dan lain sebagainya semuanya berjumlah 16 kerajinan tangan.
setelah itu kami diprintah untuk menjual kertas katon itu dengan harga
minimal Rp1000. wah gila.
dalam pikiran ku waktu itu kurang lebih begini "gila nih panitia, masa
karton begini dujual dengan harga yang begitu mahalnya, nih panitia
otaknya kagak dipakai apa ya?''
itulah yang aku pikirkan saat itu. tapi ternyata, karton itu habis terjual dan bahkan ada masyarakat yang memberi harga lebih tinggi dari harga standar yang telah ditentukan.
itulah yang aku pikirkan saat itu. tapi ternyata, karton itu habis terjual dan bahkan ada masyarakat yang memberi harga lebih tinggi dari harga standar yang telah ditentukan.
disinilah kami banyak sekali mendapatkan ilmu.
oke guys.. gua masih belum sempat bercerita banyak tentang kegiatan selama wisuda. tar bakal gua sambung lagi.
bayy
oke guys.. gua masih belum sempat bercerita banyak tentang kegiatan selama wisuda. tar bakal gua sambung lagi.
bayy

0 Komentar untuk "Rofik Hidayat SWI"