Rofik Hidayat SWI

kerjasama
SWI
apa sih itu?
ya, mungkin msaih banyak yang belum tau pa itu SWI
baik saya akan bercerita sedikit tentang gelar yang baru saja saya dapatkan.
saya sangat senang sekali dan tak lupa bersyukur kepada Allah karena telah mendapatkan gelar yang semala ini saya inginkan, SWI meupakan gelar yang diberikan dari sebuah forum yang slama ini saya ikuti.
ya, Forum Indonesia Menulislah yang telah memberikan gelar ini kepada saya. SWI sebuah gelar yang diberikan kepada saya yang memiliki kepanjangan "Smart Writer Indonesia"
awalnya saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar ini. saya kita saya hanya akan berhasil membuat sebuah buku. akan tetapi ternyata ada sebuah gelar yang aku dapatkan dibalik semua itu. 
untuk mendapatkan gelar itu tidaklah mudah, untuk mendapatkan gelar itu begitu banyak perjuangan yang harus mampu kami lalui.
kami harus mampu menyelesaikan sebuah buku, kami haru rela tak tidur siang dan malam dan waktu kegiatan wisuda kami tidak makan dan minum. satu hari ful kami hanya diberi makan 1 piring dan 2 gelas air mineral. itupun untu dibagi degan 4 orang. waw. luarbiasa sekali. pada saat kegiatan wisuda kami tidak tidur tidak makan tidak minum seperti biasa. kamipun disuruh mencari kayu bakar untuk acara api unggun pada malam terahir.
waw lelah tak kunjung hilang. namun kami tidak sia-sia mengikuti kegiatan ini. kami banyak sekali mendapatkan pelajaran dari setiap kegiatan yang diadakan oleh panita. kami belajar untuk manjadi orang susah. kami pun diajarkan bagaimana susahnya menjual sebuah buku dengan simulasi menjual sebuah kertas yang tak ada gunanya. 
baik. mungkin kalian tidak tau apa menjual kertas yang tidak ada gunanya. pada saat itu kami diperintahkan untuk membawa 5 lembar kertas karton setelah itu kami diusruh membuat kerajinan tangan apapun yang bisa dibuat. akhirnya kami membuat dompet, pesawat, tas, hp, kipas, perahu, dan lain sebagainya semuanya berjumlah 16 kerajinan tangan. setelah itu kami diprintah untuk menjual kertas katon itu dengan harga minimal Rp1000. wah gila. 
dalam pikiran ku waktu itu kurang lebih begini "gila nih panitia, masa karton begini dujual dengan harga yang begitu mahalnya, nih panitia otaknya kagak dipakai apa ya?''
itulah yang aku pikirkan saat itu. tapi ternyata, karton itu habis terjual dan bahkan ada masyarakat yang memberi harga lebih tinggi dari harga standar yang telah ditentukan.
disinilah kami banyak sekali mendapatkan ilmu.
oke guys.. gua masih belum sempat bercerita banyak tentang kegiatan selama wisuda. tar bakal gua sambung lagi.
bayy
kerjasama
0 Komentar untuk "Rofik Hidayat SWI"

Back To Top