sabtu dan minggu dalam cerpen

kerjasama


Nama : Rofik Hidayat


1.     

Siang itu sekitar jam 11,30 WIB ponselku berdering, awalnya aku hanya berfikir mungkin ada yang menelponku atau ada yang mengirimkan pesan ke Ponselku. Tetapi setelahku lihat ternyata itu adalah dering alaram yang sengaja aku hidupkan. Alaram itu meandakan bahwa akan ada agenda workshop dibalay sejarah. Hemm untung saja aku sudah pasang alaram kalau tidak pasi akan lupa.
Saat ponselku kuberdeing aku harus mengantarkan Irwan ke Airpoart, kebetulan Irwan  harus fly ke Jogja sekitar jam 12,30 WIB. Irwan adalah teman akrabku sejak SMA, bahkan dia bisa disebut sebagai sahabatku, dia adalah kawan paling hebet yang pernah aku kenal. Kami pun melaju dengan sangat kencang menggunakan sepeda motor, sesampainya di Airport aku harus langsung pulang untuk bersiap-siap berangkat ke Balai Sejarah untuk mengikuti agenda work shop. Hemm alhasil akupun terlambat karena jarak Airport cukup jauh dari tempat diadakanya work shop. Kenak denda lagi dehh....
Oke akhirnya aku pun sampai di Balai Sejarah, sesampainya disana ternyata teman-teman yang lain sudah bersiap-siap untuk mengikuti agenda. Akupun langsung melakukan registrasi dan membayar denda yang sudah ditetapkan. Ya sebelumnya kami pernah membuat perjanjian bahwa yang telat ikut agenda akan dikenakan denda sebesar Rp 10.000, ya mau tidak mau aku pun membayarnya. Ah masa bodo lah kalau Cuma Rp10.000 yang penting aku masih bisa mengikuti agenda yang sangat bermanfaat itu. Pikiri ku
Setelah itu agenda pun dimulai karena pemateri pertama sudah datang. Beliau adalah Nano L Basuki, beliau adalah seorang penulis puisi yang sangat luar biasa beliau penah memenangkan berbagai ivent dengan puisi-puisi karya-Nya. Beliau banyak sekali menceritakan pengalamannya dan kami pun mendapatkan pengalaman baru darinya, luar biasa, pengalaman yang beliau bagikan sangat bermanfaat bagi kami, sangat mengispirasi dan sangat membangun semangat kami untuk menjadi seorang penulis. Setelah beliau menyelesaikan persentasinya lalu dibukalah sesi tanya jawab dan teman-teman pun bertanya. Setelah itu beliaupun menjawab. Luar bisasa sekali lagi sangat luar biasa beliau menjawab pertanyaan kami dengan sangat baik. Akhirnya kami pun kembali mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat
Oke sesi tanya jawab pun selesai dan sambil menunggu pemateri selanjutnya. Sang morderator atau pembawa acara memerintahkan kami untuk memekikan kata-kata motifasi, setiap dari kami harus memberikan kata motifasi sesuai perjanjian yang telah kami sepakati diawal pertemuan. Ya satu per satu pun memekikan kata-kata motifasinya. Motifasi yang mereka pekikan adalah motifasi yang dibuat sendiri dan ada juga yang mengutip dari orang lain.
 Setelah satu persatu memikikan kata-kata motifasi akhirnya giliranku pun tiba. Inilah kata motifasi yang aku pekikan dalam bebuah urangan yang cukup beras itu “ satu kali gagal, coba lagi, dua kali gagal coba lagi, tiga kali gagal, upsss kawan-kawan pun ternyata mengikuti kata coba lagi. Sejanak aku terdiam dan mereka pun terdeiam, mungikin mereka belum paham dengan kata motifasi yang aku pekikan. Tak lama kemudian aku melanjutkan “sampai kapan?.... sampai kita sukses”. Serentak mereka bertepuk tangan karena mungkin mereka menganggap motifasi yang ku pekikan cukup bagus hehe.... jika di ulangi kata motifasi itu seperti ini ” satu kali gagal coba lagi, dua kali gagal, coba lagi, tiga kali gagal coba lagi, sampai kapan? Sampai kita sukses’’
Kemudian lanjutlah teman-teman yang lain memekikan sampai yang terakhir. Kata-kata motifasi yang mereka pekikan semuanya tidak ada yang tidak bagus, menurut saya semua sangat bagus. Ya, saya sangat senang mendengarkan kata motifasi, bahkan saya membuat fanspag di akun Facebook ku. Namanya adalah Motivation Opik. Di situ aku selalu memposting kata-kata motifasi. Ya meskipun tidak banyak yang menyukai fanspag ku itu hehe… ah baiknya kita tinggalkan saja masalah tentang fans page ini. Mari kita lanjutkan lagi ke pembahasan inti. Yaitu tentang workshop.
Oke, kemudian pemateri yang kedua sudah datang. Ya ternyata yang datang adalah manager kami di Forum Indonesia Menulis yaitu Bang Fakhrul. Ya begitu lah saya memanggil beliau, meskipun dilarang keras untuk memanggil dengan panggilan bang. Yah mau bagai mana lagi karena sudah terbiasa memanggilnya denan panggilan bang. Oke, orang yang satu ini juga merupakan manusia super yang lahir di Kalimantan Barat. Beliau ini sangat luar biasa. Yang saya tahu, beliau adalah seorang pengusaha, penulis dan trainer muda sekala nasional yang mengagumkan lagi, beliau berhasil sukses bebelum menyelesaikan S1 nya di IAIN Pontianak. Ya sejak saya mengenal beliau dalam sebuah seminar, dimana belau menjadi pembicara pada seminar tersebut. Saya pun mulai mengagumi sesosok manusia yang satu ini.
Beliau sudah manuliskan kalau tidak salah 7 buku, satu diantaranya merupakan buku yang sangat menginspirasi ku yaitu buku yang berjudul “Memperpendek Jarak Sukses” buku itu sangat memotifasi para kau muda untuk meraih sukses dengan cara yang sangat cepat. Pada kesempatan kali ini, beliau mengajarkan kepada kami bagaimana membuat sebua buku yang memiliki jendre pengembangan diri. Beliau bercertia banyak tengang jendere pengembangan diri. Setelah beliau banyak menjelaskan tentang jendre pengembangan diri saya pun semakin mantap untuk mengangkat buku yang berjendre pengembangan diri.
Saya ingin mengangkat jendre pengembangan diri karena saya juga punya satu buah mimpi lagi yaitu menjadi seorang trainer atau motifator. Hehe.. harapan saya semoga beliau dapat membantu saya untu membuat sebuah buku yang berjendre pengembangan diri.
Berlanjut pada hari minggu. Pagi itu kami datang pada pukul 07,00 wib. Pagi itu kami memekikan kembali kata-kata motifasi. Satu persatu pun kami memekikan kata motifasi. Namun pada kali ini sebelum selesai semua memekikan motifasi sudah harus dipotong karena pembicara pertama pada hari minggu pun sudah datang. Baliau adalah Bang Pai Jarot Sujarwo. Tidak lama kemudian bang Pai pun mengawali pembicaraanya. Lucunya beliau mengatakan “sepertinya saya salah kostum nih” ya hehe karena beliau pagi itu baru saja pulang dari masjid untuk mengaji. Beliau mengatakan seperti itu, mungkin karena melihat saya dan teman-teman menggunakan busana rapi. Yang pesti kami menguunakan jas dan celana hitam.
Ada lagi yang lucu dari beliau, ya, beliau memberikan satu buah game mungkinyah? Ah pokoknya beliau memerintahkan kami untuk membuat satu paragraph cerpen. Alhasil kami pun langsung mengeluarkan selembar kertas dan menulis. Tapi sebelum saya menulis, bang Pai sedikit mengeleluarkan celetukan yang membuat kami tertawa ringan. Kurang lebih begini “seberernya saya lapar mau makan dulu makanya saya suruh mereka menulis” hehe hem kami pun tertawa. Mungkin ada salah satu dantara temen-temen ada yang tidak menyelesaikan perintahnya karena dia menganggap tidak penting.
            Bang Pai. Itu julukan dia. Siapa orang Pontianak yang tidak kenal dengan beliau? Beliau adalah seorang penulis yang sukses karena buku hariannya. Beliau adalah orang yang sangat hobi menulis di buku harian. Beliau hobi menulis di buku harian karena beliau menganggap bahwa hanya buku lah yang bias menemaninya. Beliau bercerita bahwa awal beliau menjadi sorang pnulis karena seseorang yang disebut-sebut namanya dengan mas Bambang. Banyak sekali yang diceritakan oleh bang pai tentang mas Bambang ini. Peliau lah yang atelah membeikan jasa yang sangat besar buat bang pai.
            oke setelah banyak pengalaman yang bang pai bagikan kepada kami akhirnya sampai lah kepada sesi tnaya jawab. Kawan kawan pun banyak bertanya. Saya pum melontarkan sebuah pertanyaan. Ah entah lah apa yang aku tanyakan waktu itu. Aku pun lupa hehe…
            akhirnya sesi Tanya jawab selesai. Berlanjut kepada pemateri yang selanjutnya yaitu Bang Jamaludin James. Kali ini adalah seorang penulis karya ilmiah. Pada kesempatan kali ini beliau juga mencetikan tentang karya ilmiah yang tela dia buat. Dia bercertia bahwa karya ilmiah yang telah dia buat telah banyak mendapatkan penghargaan. Beliau juga banyak membagikan ilmu tentang bagaimana membuat karya ilmiah. Sangat bermangaat bagi kami. Setelah selesai beliau bercertia dan membagikan ilmunya kepada kami kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Dan kami pun banyak bertanya tentang karya ilmiah.
            Akhirnya setelah sesi tanya jawab selesai. Kami diperintahkan kembali untuk melanjutkan pekikan kata-kata motifasi yang terputus diawal pertemuan tadi. Pekikan kata-kata motifasi pun selesai dan kami diizinkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid yang kebetulan tidak begitu jauh dari balai sejarah tersebut.
            Selesainya sholat berjamaah. Kami pun melanjutkan workshop kan kali ini yang datang adalah seorang penulis novel yang mana pada awalnya novel yang dia tulis tidak di terima oleh penerbit. Akhirnya dia memutuskan untuk menerbitkan bukunya sendiri. Alhasil bukunya laris terjual di pasaran dan akhirnya dia pun menjadi orang sukses. Beliau bernama Rohani.
            Seperti pembicara yang sebelumnya bleiau juga banyak berbicara tentan pengalamanya dan beliau juga memberikan banyak ilmu tentang kepenulisan yang berjendre novel. Hemm kali ini disesi pertanyaan sangat banyak sekali yang bertanya karerna teman-teman banyak sekali yang ingin mengangkat buku berjendre novel. Bukan hanya wanita yang ingin mengangkat jendre novel bahkan peria juga banyak yang inigin mengankat jendre novel. Aku pun mengankat tangan untuk bertanya. Pada kesempatan kali ini aku bertanya kepada beliau. Menurut anda alur manakah yang paling mudah untuk menulis sebuah novel, maju, mundur apakah campuran. Hemm si embak itu malah menjawab sepertinya yang paling mudah adalah alur maju mundur cantik. Hehe Syahrini dibawa-bawa….
Oke jawaban di cukup memuaskan, beliau menjawab. Untuk alur itu tergantung kepada si penulis itu sendiri. Saya tidak bias menentukan alur yang mana yang paling mudah. Tapi kalau menurut saya semuanya mudah. Mau maju kah mau mundur kah atau mau maju mundur cantik hehe..
Oke lanjut kepada pembicaya yang terakhir yaitu Nur Iskandar. Beliau adalah seorang jurnalis hebat sekaligus penulis buku buku yang dia sangat luar biasa. Bahkan para petinggi-petinggi Negara ingin menjadi opjek dalam buku yang dia tuliskan. Beliau adalah orang yang sangat luarbiasa. Sangat mgngispirasi dan lucu. Karena sangking asiknya mendengarkan certia dari beliau kami tidak membuka sesi Tanya jawab karena sudah kehabisan waktu. Setelah itu kami pun berfoto bersama-sama seperti yang kami lakukan dengan pembicara-pembicara lain. Setelah berfoto bersama. Lalu bang fahrul yang merupakan manager di Forum Indonesia Menulis memberikan sedikit tugas kepada kami, hem kami pun bertanya-tanya dalam hati, tugas apa yang diberikan oleh bang fahkrul dan tugasnya adlah, membuat cerpen ini  hehe…
Kita sudahi sja lah cerpen ini capek hehe…
Bayyy…………

2.
jendre yang saya inginkan adalah jendre pengembangan diri.
            Karena menurut saya jendre ini adalah jendre yang tepat untuk saya karena saya orangnya suka memotifasi orang dan menjadi seorang trainer atau motifator adalah mimpi saya sejak smp. Oleh karena itu denan menuliskan buku yang berjendre pengembangan diri akan mempermudah saya untuk mencapai mimpi saya menjadi seorang motifator.

3.
calon judul buku yang ingin saya buat adalah. “Saya Tidak Bodoh”
kerjasama
0 Komentar untuk "sabtu dan minggu dalam cerpen"

Back To Top