kisah ku Rofik Hidayat Kisah ngawur tidak untuk dibaca tapi untuk di buka

kerjasama
A : Assalamualaikum Cinta,
B: Waalaikumsalam Rindu

berbicara tentang hidup. semua manusia yang pernah hidup didunia pasti memiliki sebuah cerita menarik dan cerita itu berbeda-beda.
disini saya akan mencertiakan kisah hidup saya sendiri dari kecil hingga dewasa tapi enggak semuanya ya. kisah saya yang satu ini bersangkutan dengan masalah cinta,
ciaaaaahhhh hehe

bicara tentang cinta, cinta adalah suatu rasa yang diberikan Allah untuk kita. dan rasa tersebut tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

sudah lah saya tidak mau berpanjang lebar membahas apa itu cinta kalau ada yang mau tau apa itu cinta silahkan klik disini kamu bakalan tau apa jawaban mereka saat ditanya apa itu cinta.

oke sob ini kisah hidup seorang anak kecil yang lahir pada tgl 13 Des 1995. ya itu saya.
saya lahir pada tanggal 13 Des 1995 saya lahir di desa sengkarong, tepatnya di Sp 2 Belitang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
saya dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat cantik dan memiliki suami yang sangat gagah nan tampan. dia ayah saya.
mereka berdua merawat ku hingga aku tumbuh dewasa seperti ini. untuk itu, mah,pah trimakasih ya sudah mau merawat anak nakal seperti ku.... :)

oke baik saya akan menceritakan langsung kisah mulai dari TK (paud). ya, sadar tidak sadar saya pernah merasakan Tk selama dua tahun. bukan karena saya bodoh. pada saat itu kakak saya berusia 5 tahun. dia dimasukan Tk oleh kedua orang tua saya, dan karena saya adalah anak yang nakal, saya ngambek pingin ikutan sekolah Tk juga tapi umur saya baru 4 tahun. padahal saat itu anak berumur 4 tahun belum boleh mengikuti aktivitas belajar mengajar. tetapi saya tepat ingin ikut dengan kakak ku itu. akhirnya pun buk gulu membolehkan saya ikut belajar. hehe oh ia nama kakak saya adalah Ririn Hidayati. dia adalah kaka nomor satu didunia. setelah kakak saya itu keluar dari Tk dan masuk sekolah dasar (SD) saya pun ingin sekolah ikut dengan kakak saya di Sd. tapi ternyata saya harus kembali duduk di Bangku Tk....:(
mau tidak mau ya harus dijalani.
oke itu sekilas tentang Tk saya yang pernah mamah ceritakan pada saya...
tanpa mamah aku tidak akan mampu mengingat masa kecil ku yang begitu nakal.

lanjut, setelah 1 tahun kemudian. hemmm bernafas lega rasanaya bisa duduk di bangku sekolah dasar.
saya senang sekali, tahun demi tahun berlalu. saat itu saya duduk di bangku kelas 4 dan saya memiliki teman yang bernama, ..... sebut sata TA. dia cantik, anggun, berambut gelombang, pintar, hemm pokoknya sempurna menurut saya. ya dia adalah anak pindahan dari sekolah lain. tapi saya tidak tau dari sekolah mana.
katanya. TA juga pernah sekolah di sekolah saya itu. dulu. sebelum dia pindah ke jawa. nah setelah dijawa dia balik lagi ke sekolah saya itu. oh ia nama sekolah ku SDN 07 sungai maboh.
jujur saat itu lah, saat dia kembali bersekolah di sekolah saya itu, saya baru mengenalnya. padahal dulu juga pernah merasakan 1 kelas tapi wajar aja saya enggak kenal karna saya masih sanggat kecil.
saat di kelas 4 SD dia kembali bersekolah di sekolahan saya. dan saat itu pula lah saya merasakan sesuatu tumbuh di hati saya. tapi saya tidak tau rasa apa itu.
setelah rasa itu tumbuh. yang terjadi adalah. lagi-lagi dia hilang. entah kemana. saya fikir mungkin dia kembali pindah ke sekolahnya yang di jawa..
waktu demi waktu pun berlalu.

duduk di bangku smp.
saya sekolah di sebuah sekolahan yang cukup jauh dari tempat tinggal saya dan saya pun dimasukan ke sebuah pesantren oleh kedua orang tuaku. yaitu Pondok Pesantren Nurul Hikmah. pondok pesantren ini sederhana, hanya meiliki santri putra 9 dan santri purti 4. ya, sangat sedikit sekali santrinya. namun sistim belajarnya uwah menurut saya, saya banyak mendapatkan ilmu'' baru tentang islam. trima kasih Ustad, Engkau tlah mengajariku ilmu agama dan ilmu itu yang yang akan menjadi bekal untuk hidupku kedepan.
nama Beliau adalah Ustad Yusus Abdul Ghofur.
bercerita duduk di bangu smp. 1 tahun, 2 tahun berlalu. dan di tahun ketiga kembali tumbuh sebuah perasaan itu. ya, yang saya rasakan di bangu SD. nama bidadari cilik itu kembali terdengar di telinga saya. melalui seorang sahabat saya. sebut saja namanya Sigit. ya, rasa penasaran yang saya rasakan. Siapa sebenarnya bidadari cilik itu dan seperti apa dia sekarang?
saat itu sahabat saya sigit bercerita, kalau ternyata si TA sekarang tinggal di sekadau dan dia bersekolah di MTSN sekadau.
hemmm dalam benak saya hanyalah, ''kapan saya bisa bertemu dia lagi?".
Tahun demi tahun pun berlalu.
saya selalu ingat nama itu nama bidadari cilik itu. dan akhirnya saya lulus dari bangku smp. saya pun ingin melanjutkan sekolah di sekolah stm yang terletak disintang. akan tetapi orang tua saya tidak mau neyekolahkan saya kesana dengan alasan terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan. dan orang tua saya memberi saya dua pilihan. yang pertama bersekolah di SMK Amaliah Sekadau atau kembali harus mengikuti kakak saya yang bersekolah di MA yang tepat berada dibawah naungan pondok pesantren Al-rahmah.
nah akhirnya saya pun memutuskan aku ikut bersama kakak ku. kembali masuk ke sebuah pesantren.
namun hasilnya sangat berbeda.  yang tadinya saya ingin belajar ngaji malah saya harus disuruh mengajar. huh bingung. cukup bingung saat itu. kok ustad menyuruhku mengajari anak''? itu yang ada di dalam benak ku. usut punya usut ternyata papah saya banyak bercerita tentang saya kepada ustad terseebut kalau saya dulu juga pernah menjadi seorang santri.
ya, mau tidak mau saya pun jalankan amanah itu..
oke kembali ke SMA atau sekolah menengah atas. aneh, rasa yang pernah tumbuh dihati itu tumbuh kembali. tapi untuk orang yang berbeda. yakni Janti. cantik, anggun, dan juga pintar.
saya pun mengungkapkan semua isi hati saya. dan alhasil, ia pun mengerti dan ia sah jadi Pacar saya hehe
1,3 tahun berlalu sayapun putus dengan dia dengan alasan yang tak jelas. dan pada saat itu hidup saya sudah seperti kopi hitam. hitam, gelap dan pahit.
saya seakan-akan tidak mau pisah denganya. saya selalu berusaha untuk balikan lagi dengan dia tapi hasilnya nihil. oke saya berusaha untuk melupakan dia.
beberapa bulan kemudian di saat saya turun dari sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi untuk menuju ke masjid karna saat itu mnunjukan waktu sholat asar. ya sebelumnya saya kasih tau terlebih dajulu kalau asrama di pondok pesanteren itu terletak dia atas bukit tidak terlalu tinggi sih mungkin hanya 3 meter saja. nah saat saya turun dari bukit itu ada 2 orang gadis cantik, dan pada saat itu ada salah seorang teman saya yang berpapasan dengan mereka dan salah satu dari gadis cantik itu bertanya kepada temen saya,  dek, dek, kenal dengan yang namanya Rofik Hidayat enggak?......
saya pun merespon denang menolehkan pandangan, karena itu adalah nama saya.  saat itu saya menutupi kepala saya dengan kain ridhah atau yang sering disebut dengan sebutan sorban. seraya saya menoleh kepada gadis itu. dan temen saya tadi mengatakan ''itu dia orangnya'' gadis itu pun memandang ku dengan senyman manisnya tapi saya acuh saja hehe cecara saya ini orangnya jutek tapi asik. dan gadis itu pun berterima kasih pada teman saya. ''trimakasih ya dek''
saya sejenak berfikir, '' kenapa dia mencari saya?  kenapa setelah dia tau saya adalah orang yang dia cari tapi dia tidak menjumpai saya?" dan saya pun berfikir mungkin saya salah denger. karena memang jarak mereka cukup jauh dari jarak saya. dan saya pun melanjutkan kembali perjalanan saya menuju masjid.
nah setelah sepulangnya sholat asyar. temen saya tadi bicara padasaya. bang bang tadi ada akhwat nyari tu. cakep loh siapa bang? yo emboh aku yo ora kenal kok. itu jawabanku. ya sedikit guyonan.
biasalah santri enggak pernah lepas dari guyonan.
usut punya usut salah satu cewek itu adalah kakak dari temen saya yang masih mts.
dan saya pun bertanya setelah menerka pulang.
aku menanyakan '' R: siapa tadi?"
G: apa bang? .....
R: tadi itu siapa?....
G: ohhh itu kakak ku bang, sama temenya.
R: ohhhh...
cakep ya?
G: hehe
R: kakak mu yang mana?
G: yang sebelah kiri bang kalau yang pakai kerudung biru ke ungu-unguan tu temenya.
R: siapa namanya?
G: Iis
R: temanya
G: Gita.
R: hah siapa siapa?
G: Gita.
R: serius kamu? Jangan bilang kalau nama lengkapnya itu Agita Kusuma Wardani
G: kok tau bang?
R: emang beneran itu nama dia?
G: ia.
:( :( :(
nyesel gua gak negur dia tadi.....
sabil guling'' di tumpukan kasur santri.....
dan harapan saya pun terkabul karena saya udah bisa lihat dia lagi
dan berharap bisa ketemu lagi suatu saat nanti......
hemm itu cerita gua. cerita lo mana?......
kerjasama
0 Komentar untuk "kisah ku Rofik Hidayat Kisah ngawur tidak untuk dibaca tapi untuk di buka"

Back To Top